Minggu, 19 Agustus 2012

PUPUK KOMPOS


Manfaat Kompos
Manfaat Ekonomi:
  • Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah,
  • Mengurangi volume/ukuran limbah,
  • Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan
    asalnya.
Manfaat Lingkungan:
  • Mengurangi polusi udara akibat pembakaran limbah atau sampah,
  • Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan sampah.
Manfaat bagi tanah dan tanaman:
  • Meningkatkan kesuburan tanah,
  • Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah,
  • Meningkatkan kapasitas serap air tana,
  • Meningkatkan aktivitas mikroba tanah,
  • Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen),
  • Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman,
  • Mengurangi pertumbuhan atau serangan penyakit tanaman,
  • Meningkatkan retensi atauketersediaan hara di dalam
    tanah.
Kompos yang baik memiliki beberapa ciri sebagai berikut :
  • Berwarna coklat tua hingga hitam mirip dengan warna tanah,
  • Tidak larut dalam air, meski sebagian kompos dapat membentuk suspensi,
  • Nisbah C/N sebesar 10 – 20, tergantung dari bahan baku dan derajat kelembapan.
  • Berefek baik jika diaplikasikan pada tanah,
  • Suhunya kurang lebih sama dengan suhu lingkungan, dan tidak berbau

ORGAN REPRODUKSI KAMBING JANTAN


ORGAN REPRODUKSI TERNAK
PENDAHULUAN

Organ reproduksi hewan jantan dapat dibagi atas tiga komponen; (a) organ kelamin primer, yaitu gonad jantan, dinamakan testis testiculus (jamak: testes atau testiculae), disebut juga orchis didymos, (b) sekelompok kelenjar-kelenjar kelamin pelengkap kelenjar-kelenjar vesikularis, prostata dan cowper, dan saluran-saluran yang terdiri dari epididimis dan vas deferens, dan (c) alat kelamin luar atau organ kopulatoris yaitu penis (Toelihere, 1979 dan Marawali 2001).

Testes sebagai organ kelamin primer mempunyai dua fungsi yaitu 1) mengahasilkan spermatozoa atau sel-sel kelamin jantan, dan 2) mensekresikan hormon kelamin jantan, testosteron. Spermatozoa dihasilkan dalam tubuli seminiferi atas pengaruh FSH (Follicle Stimulating Hormone), sedangkan testosteron diproduksi oleh sel-sel intertitial dari Leydig atas pengaruh ICSH (Intertitial Cell Stimulating Hormone) (Toelihere, 1979).

Struktur-struktur testis meliputi; a) Tunika albuginea, merupakan pembungkus langsung testis. Licin karena banyak mengandung pembuluh syaraf dan darah. b) Septum testis; c) Tubulus seminiferus, merupakan tabung (saluran) kecil panjang berkelok-kelok dan merupakan isi dari Lobulus; d) Rete testis, merupakan saluran penghubung antara epididimis dengan Lobulus; e) Ductus efferentis; f) Caput Epididimis, membentuk suatu tonjolan dasar dan agak berbentuk mangkuk yang dimulai pada ujung proximal testis (Toelihere, 1979); g) Corpus Epididimis, bagian bawah terentang ke bawah, sejajar dengan jalannya vasdeferens, menjalar terus hampir melewati testes, dibagian bawah teats epididimis membelok ke atas; h) Cauda epididimis, merupakan bagian epididimis yang terletak pada bagian bawah testis yang membelok ke atas (Toelihere, 1979); i) Vasdeferens, terentang dari ekor epididimis sampai urethra (Toelihere 1979, Marawali 2001).

Epididimis
Epididimis, suatu pembuluh yang timbul dari bagian dorsal testis berasal dari duktus efferensia, terdiri dari 3 bagian: kepala, badan dan ekor (Salisbury, 1985). Kepala (caput epididymis) membentuk suatu penonjolan dasar dan agak berbentuk mangkok yang dimulai pada ujung proximal testis. Umumnya berbentuk U, berbeda-beda dalam ukurannya dan menutupi seluas satu pertiga dari bagian-bagian testis (Toelihere, 1979). Corpus epididimis (badan epididimis): bagian badan terentang lurus ke bawah, sejajar dengan jalannya vasdeferens, menjalar terus hampir melewati testes, dibagian bawah testes epididimis membelok ke atas. Cauda epididimis (ekor epididimis): merupakan bagian epididimis yang terletak pada bagian bawah testes yang membelok ke atas. Pada hewan hidup cauda epididimis terlihat berupa benjolan di bagian ujung bawah testes dan dapat diraba (Marawali, 2001).
Vas deferens
Vas deferens atau ductus deferens mengangkut sperma dari ekor epididimis ke urethra. Dindingnya mengandung otot-otot licin yang penting dalam mekanisme pengangkutan semen waktu ejakulasi. Diameternya mencapai 2 mm dan konsistensinya seperti tali (Toelihere, 1979. Marawali, 2001).
Salisbury (1985), menyatakan, vas deferens bersal dari epididimis dan berjalan dari titik terendah testis ke atas dan bersama dengan tali spermaticus melewati cincin inguinalis dan di tempat itu vas deferens akan memisahkan diri dari pembuluh darah arteri dan vena, syaraf dan jaringan lain pada tali spermaticus tersebut. Vas deferens akan masuk ke dalam ruang abdominalis. Mengandung sel epitel yang berjajar hampir lurus, memiliki dua lapisan urat daging yang membujur dan melingkar, dan dibungkus oleh selaput peritoneum.
Dekat kepala epididimis, vas deferens menjadi lurus dan bersama-sama buluh-buluh darah dan lymphe dan serabut-serabut syaraf, membentuk funiculus spermaticus yang berjalan melalui canalis inguinalis ke dalam cavum abdominalis. Kedua vas deferens, yang terletak sebelah menyebelah di atas vesica urinaria, lambat laun menebal dan membesar membentuk ampullae ductus efferentis (Toelihere, 1979). Ampula pada sapi panjangnya 10 sampai 14 cm, diameter 1.0 sampai 1.5 cm dan pada kuda panjagnya 15 sampai 24 cm dan diameternya 2 – 2.5 cm, sedangkan pada anjing dan kucing tidak terdapat ampula dan pada babi kecil (Marawali, 2001).

Sperma diangkut dari ekor epididimis ke ampula di bantu dengan gerakan peristaltik vas deferens. Kelenjar-kelenjar vesikularis mengahasilkan fruktosa dan asam sitrat. Ampula dapat diurut secara manual untuk memperoleh semen (Toelihere 1979, Marawali 2001).
Vas deferens atau ductus deferens mengangkut sperma dari ekor epididimis ke urethra. Dindingnya mengandung otot-otot licin yang penting dalam mekanisme pengangkutan semen. Pada saat praktikum, untuk mengamati gambaran eksternal dari testis dinding yang mengandung otot-otot licin tersebut di kupas sampai testis terlihat dan Salisbury (1985), menyatakan, vas deferens bersal dari epididimis dan berjalan dari titik terendah testis ke atas dan bersama dengan tali spermaticus melewati cincin inguinalis dan di tempat itu vas deferens akan memisahkan diri dari pembuluh darah arteri dan vena, syaraf dan jaringan lain pada tali spermaticus tersebut. Vas deferens akan masuk ke dalam ruang abdominalis. Mengandung sel epitel yang berjajar hampir lurus, memiliki dua lapisan urat daging yang membujur dan melingkar, dan dibungkus oleh selaput peritoneum.
Dekat kepala epididimis, vas deferens menjadi lurus dan bersama-sama buluh-buluh darah dan lymphe dan serabut-serabut syaraf, membentuk funiculus spermaticus yang berjalan melalui canalis inguinalis ke dalam cavum abdominalis. Kedua vas deferens, yang terletak sebelah menyebelah di atas vesica urinaria, lambat laun menebal dan membesar membentuk ampullae ductus efferentis (Toelihere, 1979). Ampula pada sapi panjangnya 10 sampai 14 cm, diameter 1.0 sampai 1.5 cm dan pada kuda panjagnya 15 sampai 24 cm dan diameternya 2 – 2.5 cm, sedangkan pada anjing dan kucing tidak terdapat ampula dan pada babi kecil (Marawali, 2001).

 Sistem Reproduksi Kambing Jantan

1)    2 buah testis
2)    1 pasang sel kelamin
a.      Rete testis
b.      Vas efferent
c.      Epididimis
d.      Vas defferens
e.      Uretra
3)    Kelenjar reproduksi
a.      Vesikula seminalis
b.      Prostata
c.      Bulbouretralis / cowper
4)    Penis

Laporan Fermentasi Jerami Padi


BAB I
PENDAHULUAN

1.1          Latar Belakang
Salah satu faktor permasalahan pakan ternak sapi yang sering timbul adalah penyediaan bahan pakan ternak kurang seimbang antara musim kemarau dan musim penghujan. Produksi hijauan sangat dipengaruhi oleh musim yaitu di musim hujan hijauan pakan ternak tersedia dengan melimpah, sehingga kebutuhan ternak akan tercukupi. Tetapi sebaliknya di musim kemarau hijauan pakan ternak sulit didapatkan, sehingga terjadi kerawanan pakan ternak. Di satu pihak ternak terancam kelaparan di musim kemarau, sedangkan dilain pihak tersedia potensi yang sangat besar sebagai cadangan energi untuk ternak ruminansia. Yaitu limbah pertanian berupa jerami padi, jerami jagung, jerami kacang - kacangan dan sebagainya.
Potensi fisik jerami yang sangat besar belum sepenuhnya dimanfaatkan. Pemanfaatan jerami sebagian besar dibakar (37%) untuk pupuk, dijadikan alas kandang (36%) yang kemudian dijadikan kompos dan hanya sekitar 15% sampai 22% yang digunakan sebagai pakan ternak. Kendala utama penggunaan jerami sebagai bahan pakan ternak adalah kecernaan (45-50%) dan protein (3-5%) yang rendah.
Produksi jerami padi bervariasi yaitu dapat mencapai 12-15 ton jerami segar per ha satu kali panen, atau 4-5 ton jerami kering per ha tergantung pada lokasi dan jenis varietas tanaman yang digunakan. Oleh karena itu jerami padi sangat penting artinya untuk dimanfaatkan menjadi makanan ternak ruminansia khusususnya sapi potong, kambing dan domba. Hanya saja jerami padi mutunya rendah , dimana jerami padi mengandung serat kasar dan silikat yang tinggi sedangkan kadar protein dan daya cernanya rendah.
Untuk meningkatkan mutu jerami padi. perlu dilakukan proses fermentasi dengan menggunakan urea dan probiotik. Probiotik adalah campuran berbagai mikro organisme yang berguna untuk mempercepat proses pemecahan serat jerami padi, sehingga mudah dicerna oleh ternak (Litbang Sumbar, tt).


1.2 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dan Manfaat praktikum fermentasi jerami adalah :
1.    Mahasiswa/i dapat mengetahui cara pembuatan fermentasi jerami padi
2.    Mahasiswa/i dapat membuat fermentasi jerami padi
3.    Mahasiswa/i dapat mengaplikasikan fermentasi jerami padi pada ternak sapi



















BAB II
MATERI DAN METODE

2.1 Alat:
            Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum fermentasi jerami adalah
a)    Alat
Ø   Ember
Ø   Kantung plastik
Ø  Tali rapia
Ø   Timbangan
Ø   Pisau
b)    Bahan:
Ø  Jerami 5 kg
Ø  Tetes/Molasses 0,75 liter
Ø  Air 1,5 liter
Ø  Superphosphat 1 sendok teh
Ø  Amonium sulfat 10 gram
2.2 Tahap Pelaksanaan
Langkah kerja:
a.    Timbang jerami padi sebanyak 5 kg lalu dipotong-potong dengan ukuran 5-10 cm.
b.    Larutkan tetes sebanyak 0,75 liter denganair sebanyak 1,5 liter. Aduk sampai homogen dan tambahkan 1 sendok teh superphosphat dan 10 gram omanium sulfat aduk sampai rata.
c.    Setelah siap jerami yang dipotong tadi selanjutnya disiram dengan larutan yang sudah homogen tadi sambil terus di balik-balik sampai tercampur semua.
d.    Kemudian dimasukan kedalam kantung plastik sambil ditekan biar padat lalu diikat dan disimpan selama 24 jam
e.    Ikatan plastik dibuka, dan jerami padi dikeluarkan dan diangin-angin kurang lebih 30 menit.
f.     Hasil fermentasi siap diberikan pada ternak.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

            Dalam paraktikum fermentasi jerami padi di Laboratorium Nutrisi pakan ternak STPP malang bahan kimia yang digunakan untuk fermentasi adalah Superphosphat 1 sendok teh dan Amonium sulfat 10 gram. Dimana superhosphat berfungsi sebagai sumber mineral dan amonium sulfat berfungsi sebagai sumber N yang dapat memecahkan ikatan selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang menjadi faktor pembatas kecernaan jerami padi oleh ternak. Selain penggunaan kedua bahan kimia tersebut dalam fermentasi jerami juga ditambahkan molases. Molases sebagai sumber karbohidrat dapat meningkatkan palatabilitas ternak terhadap jerami yang difermentasi. Ditinjau dari komposisi kimianya, jerami padi mempunyai nilai gizi yang sangat rendah bila dipakai sebagai bahan pakan ternak ruminansia. Walaupun demikian jerami padi mengandung zat -zat potensial yang dapat dicerna sebagai sumber energi bagi ternak apabila jerami padi diolah dengan proses “Fermentasi”, yang sering disebut dengan istilah Fermentasi Jerami ( tape jerami ) (http://penyuluhngajum.blogspot.com/2010/08/fermentasi-jerami-sebagai-pakan-ternak_26.htm)
Tabel 1. Nilai gizi Jerami Antara Proses Fermentasi dengan Proses Biasa
Parameter
Jerami Padi (%/kg BK)
Tanpa Fermentasi
Fermentasi
Protein
3,5
7.0
Serat Kasar
80
77
Daya Cerna
28
55
Sumber: Blogdetik, 2009



KeuntunganJeramiFermentasi
Adapun keuntungan  pengolahan limbah jerami padi dengan menggunakan cara  fermentasi  adalah:
1. Meningkatkan daya cerna ternak terhadap jerami karena struktur jerami lebih
    lunak.
2.Meningkatkan kandungan gizi jerami.
3.Meningkatan penyediaan bahan pakan ternak
4.Memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak sapi.
Ciri-ciri hasil fermentasi jerami padi yang baik adalah beraroma harum atau beraroma tape, warna kuning kecoklatan, teksturnya lemas dan tidak berjamur (http://www.google.co.id/search?q=ciri-ciri+fermentasi+jerami+ padi+yang +baik &ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a&channel =fflb)

Aplikasi Jerami Padi
            Setelah difermentasi selama 24 jam, hasil fermentasi jerami padi dapat dibongkar untuk diberikan pada ternak, tapi sebelum diberikan pada ternak perlu diamati ciri- ciri dari hasil fermentasi jerami yang meliputi: beraroma harum atau beraroma tape, warna kuning kecoklatan, teksturnya lemas dan tidak berjamur. Hasil praktikum fermentasi jerami padi yang dilakukan berhasil dengan baik dimana ciri- ciri nya sudah seperti yang dianjurkan. Dengan demikian hasil fermentasi jerami padi layak diberikan pada ternak. Sebelum diberikan pada ternak perlu diangin-anginkan selama ± 30 menit dengan tujuan untuk menghilangkan bau amonia yang menyengat.

Foto 1: Hasil Fermentasi Jerami Padi       Sumber: Dok Pribadi, 2012
            Hasil praktikum fermentasi jerami padi ketika diberikan pada ternak sapi terlihat bahwa ternak sapi sangat menyukai jerami yang telah difermentasi.
Foto 2: Hasil Fermentasi Jerami Diberikan Pada Ternak Sapi

    
     Sumber Dok Pribadi, 2012
















BAB IV
PENUTUP

1.4 Kesimpulan
a)    Pembuatan fermentasi jerami padi sebagai pakan ternak sapi sangat baik karena dapat memanfaatkan limbah pertanian
b)    Fermentasi jerami padi akan berhasil dengan baik jika proses pembuatannya mengikuti prosedur yang benar
c)    Hasil fermentasi jerami padi disukai oleh ternak sapi (palatabilitas tinggi)
4.1 Saran
a)    Praktikum ini sangat bermenfaat bagi kami ketika turun kelapangan, karena itu perlu dilanjutkan.














DAFTAR PUSTAKA

Blogdetik. 2009. Fermentasi Jerami Alternatif Makanan Sapi di Gunung Kidul. http://dakwah.blogdetik.com/2009/06/04/fermantasi-jerami-alternatif-makanan-sapi-di-gunungkidul/
Blogspot. 2010. Fermentasi Jerami Sebagai Pakan Ternak. http://penyuluhngajum .blogspot.com/2010/08/fermentasi-jerami-sebagai-pakan-ternak_26.htm
Google. TT. Fermentasi Jerami Padi Yang Baik. http://www. google. co. id/ search?q=ciri-ciri+fermentasi+jerami+ padi+yang +baik &ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a&channel=fflb
Litbang Sumbar. TT. Fermentasi Jerami Untuk Pakan Sapi. http://sumbar .litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=192:fermentasi-jerami-untuk-pakan-sapi&catid=1:info-teknologi